Cara Membuat Gelombang Sinusoida Dengan FreeMat

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas materi mengenai FreeMat. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang cara membuat gelombang sinusoida dengan menggunakan aplikasi FreeMat. Untuk ulasan lengkapnya simak pembahasan berikut...

Cara Membuat Gelombang Sinusoida Dengan FreeMat

Pembuatan gelombang sinusoida sendiri merupakan salah satu pelajaran dasar yang harus kita ketahui jika kita ingin mendalami pemrograman FreeMat. Karena biasanya kita akan memerlukan variabel ini ketika melakukan perhitungan atau pemrosesan tertentu. Untuk membuat sebuah gelombang sinusoida menggunakan FreeMat, kita bisa menggunakan bantuan fungsi linspace, plot dan sin yang terdapat pada FreeMat. Berikut ini langkah-langkah untuk membuat gelombang sinusoida dengan menggunakan FreeMat:

Langkah pertama yaitu menentukan rentang vektor yang akan digunakan dengan menggunakan syntak:
x = linspace(0,1,20);
Syntak diatas berarti kita akan membuat rentang vektor dari 0 sampai 1 dengan total interval sebanyak 20.

Langkah kedua yaitu membuat persamaan gelombang sinusoida dengan menggunakan syntak:
y = sin(2*pi*x);
Langkah terakhir yaitu menampilkan grafik atau plot dari persamaan yang dimasukan dengan menggunakan syntak:
plot(x,y,)
Program sederhana diatas dapat sobat variasikan sesuai dengan kebutuhan sobat. Berikut ini output yang dihasilkan dari program diatas:

Output gelombang sinusoida yang dihasilkan
Gambar 1. Output gelombang sinusoida yang dihasilkan

Semoga materi tentang FreeMat yang saya sampaikan kali ini dapat bermanfaat bagi sobat poinreaders, jangan lupa follow akun sosial kami agar sobat poinreaders bisa mendapatkan materi terupdate tentang pemrograman lainnya.    

Membuat Gelombang Envelope Untuk Proses Modulasi AM Pada MATLAB

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang salah satu proses yang terdapat dalam modulasi jenis AM atau Amplitude Modulation, yaitu proses pembuatan gelombang envelope pada modulasi AM dengan menggunakan MATLAB sebagai simulasinya. Gelombang envelope secara sederhana dapat didefinisikan sebagai gelombang yang biasanya digunakan dalam modulasi jenis AM yang menandakan adanya perubahan amplitudo dari gelombang AM yang dihasilkan. Jika sobat masih bingung tentang gelombang yang satu ini, mari kita simulasikan pada MATLAB agar lebih mudah untuk dipahami. Untuk penjelasan lebih lengkapnya yuk simak ulasan berikut...


Langkah Pertama yaitu membuat sinyal yang digunakan untuk simulasi dengan mengunakan metode modulasi gaussian. Tentukan sampel rate-nya sebesar 2 kHz dan durasi sinyal-nya 2 detik dengan menggunakan syntak:
t = 0:1/2000:2-1/2000;
q = chirp(t-2,4,1/2,6,'quadratic',100,'convex').*exp(-4*(t-1).^2); 
Langkah Kedua yaitu menampilkan sinyal yang dihasilkan dalam bentuk plot dengan menggunakan syntak:
plot(t,q);
Langkah Ketiga yaitu menampilkan upper dan lower envelope menggunakan fungsi analytic signal yang terdapat pada MATLAB menggunakan syntak:
[up,lo] = envelope(q);
hold on
plot(t,up,t,lo,'linewidth',1.5)
legend('q','up','lo')
hold off
Langkah Terakhir yaitu membuat sinyal yang akan dianalisis menjadi bentuk sinyal envelope dengan menggunakan syntak:
envelope(q)
Berikut ini output yang dihasilkan dari program diatas:

Output gelombang envelope yang dihasilkan
Gambar. Output gelombang envelope yang dihasilkan

Sobat poinreaders juga bisa mengunduh syntak tersebut pada link di bawah ini :


Semoga materi yang saya sampaikan tentang MATLAB dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. Jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.

Mengetahui Puncak Gelombang Dengan MATLAB

Assalmu'alaikum  poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang cara untuk mencari atau mengetahui puncak dari sebuah gelombang untuk memudahkan kita dalam melakukan analisis data. Cara ini cukup sederhana dan sangat mudah untuk digunakan karena MATLAB sendiri sebenarnya sudah menyediakan sebuah fungsi untuk melakukannya. Yuk simak ulasan lengkapnya...

Mengetahui Puncak Gelombang Dengan MATLAB

Langkah Pertama yaitu buat terlebih dahulu gelombang yang akan sobat analisa dengan menggunakan syntak:
gelombang = [1 2 3 7 19 21 9 0 12 14 5];
Langkah Kedua yaitu buat plot berdasarkan parameter yang sudah kita masukan sebelumnya dengan menggunakan syntak:
plot(gelombang)
Grafik gelombang yang dihasilkan
Gambar 1. Grafik gelombang yang dihasilkan

Langkah Terakhir yaitu mencari puncak dari gelombang yang sudah kita buat sebelumnya dengan menggunakan fungsi findpeaks, sehingga syntak yang kita masukan menjadi seperti ini:
puncak = findpeaks(gelombang)
Puncak gelombang
Gambar 2. Puncak gelombang

Selain menggunakan fungsi diatas, kita juga bisa menggunakan fungsi berikut untuk mencari puncak sebuah gelombang beserta dengan koordinatnya:
[pks,locs] = findpeaks(data)
pks adalah variabel yang digunakan untuk menampung tinggi puncak (y). 
locs adalah variabel digunakan untuk mendapatkan lokasi puncak (x).  

Jika fungsi diatas kita terapkan, maka syntak yang kita masukan menjadi seperti ini:
[puncak,lokasi]= findpeaks(gelombang)
Puncak gelombang dan koordinatnya
Gambar 3. Puncak gelombang dan koordinatnya

Pada Gambar 3. terlihat bahwa puncak gelombang yang kita buat terletak pada kordinat x = 6 dan x = 10.

Semoga materi yang saya sampaikan tentang MATLAB dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. Jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.

Berkreasi Dengan Pengolahan Suara Pada MATLAB

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan kembali membahas tentang pemrograman MATLAB. Pada kesempatan ini kita akan mencoba berkreasi dengan pengolahan audio pada MATLAB, yaitu kita akan membuat suara sirine dengan memanfaatkan syntak yang tersedia pada MATLAB. Untuk penjelasan lengkapnya mari simak ulasan berikut...

Berkreasi Dengan Pengolahan Suara Pada MATLAB

Langkah pertama yaitu memasukan nilai sampling rate / frekuensi sampling yang berfungsi untuk mengatur tingkat atau kualitas suara yang akan kita buat dengan menggunakan syntak :
fs=8000;      
Langkah kedua yaitu memasukan nilai sampling period. Sampling period sendiri merupakan perbedaan waktu antara dua sampel berturut-turut dalam suara yang dihasilkan. Untuk memasukan nilai sampling period kita bisa menggunakan syntak :
dt=1/fs;    
Langkah ketiga yaitu memasukan durasi suara (dalam satuan detik) yang akan kita buat dengan menggunakan syntak :
dur=2.8;
Langkah keempat yaitu memasukan vektor waktu untuk menempatkan variabel dt yang telah kita masukan sebelumnya dengan menggunakan syntak :
t=0:dt:dur;
Langkah kelima yaitu memasukan fungsi suara yang akan kita buat. Pada tulisan ini kita akan membuat suara sirine dengan menggunakan syntak :
psi=2*pi*(100 + 200*t + 500*t.*t);
Langkah keenam yaitu melakukan modulasi terhadap suara yang akan kita buat dengan nilai cosin dan amp 7.7 dengan menggunakn syntak :
xx= 7.7*sin(psi);
Langkah terakhir yaitu memainkan suara yang kita buat dengan menggunakan syntak :
sound(xx,fs);
Dengan mengkreasikan nilai fs (sampling rate) dan dt (sampling period) kita dapat membuat beragam suara yang kita inginkan. Hal yang perlu diketahui adalah semakin kecil nilai fs-nya maka suara yang dihasilkan akan semakin pelan dan begitu pun sebaliknya. Silakan sobat ubah variabelnya sesuai kenginan sobat. Selamat berkreasi :)

Jika sobat mengalami kendala atau kesulitan dalam memasukan setiap syntak, sobat bisa mengunduhnya pada link di bawah ini :


Semoga materi yang saya sampaikan tentang MATLAB dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. Jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.

Membuat Lagu Dengan Menggunakan MATLAB

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membuat sebuah lagu dengan aransemen sendiri berdasarkan kunci not yang kita susun dengan menggunakan MATLAB. Lagu yang akan kita buat adalah salah satu lagu daerah yang berjudul Gundul-Gudul Pacul. Untuk mengetahui kunci not dari lagu ini sobat bisa mencarinya di internet. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, yuk simak ulasan berikut... 

Membuat Lagu Dengan Menggunakan MATLAB


Langkah pertama yaitu memasukan frekuensi sampling yang akan kita gunakan dengan menggunakan syntak :
fs= 1600; 
Langkah kedua yaitu membuat vektor waktu untuk panjang not yang akan kita gunakan. Dimana dalam lagu Gundul-Gundul Pacul ini kita akan menggunakan panjang not 1/4 detik :
t= 0:1/fs:0.25;  %panjang not 1/4 detik
Langkah ketiga yaitu memasukan not pada piano berdasarkan frekuensi not-nya. Lagu Gundul-Gundul Pacul ini sendiri tersusun dari not c,d,e,f,g,a,b,c1. Not pertama yang akan kita masukan adalah not c dengan menggunakan syntak :
c= sin(2*pi*262*t);
Langkah kempat yaitu memasukan not d dengan menggunakan syntak : 
d= sin(2*pi*294*t);
Langkah kelima yaitu memasukan not e dengan menggunakan syntak : 
e= sin(2*pi*330*t);
Langkah keenam yaitu memasukan not f dengan menggunakan syntak : 
f= sin(2*pi*349*t);
Langkah ketujuh yaitu meamsukan not g dengan menggunakan syntak : 
g= sin(2*pi*392*t);
Langkah kedelapan yaitu memasukan not a dengan menggunakan syntak : 
a= sin(2*pi*440*t);
Langkah kesembilan yaitu memasukan not b dengan menggunakan syntak : 
b= sin(2*pi*494*t);
Langkah kesepuluh yaitu memasukan not c1 dengan menggunakan syntak : 
c1= sin(2*pi*523*t);
Langkah kesebelas yaitu memasukan not nol yang berfungsi sebagai tanda jeda dengan menggunakan syntak : 
nol=[zeros(size(t))];
Langkah keduabelas yaitu menyusun not yang telah kita masukan sesuai dengan kunci lagu Gundul-Gundul Pacul dengan menggunakan syntak :
nada1= [c,e,c,e,f,g,g,nol,b,c1,b,c1,b,g,nol,nol];
nada2= [c,e,c,e,f,g,g,nol,b,c1,b,c1,b,g,nol];
nada3= [c,nol,e,nol,g,nol,f,f,g,f,e,c,f,e,c,nol];
nada4= [c,nol,e,nol,g,nol,f,f,g,f,e,c,f,e,c];
lagu= [nada1,nada2,nada3,nada4];
Langkah terakhir yaitu memainkan not yang telah kita susun dengan menggunakan syntak :
sound(lagu,fs);
Setelah semua syntak diatas dimasukan, sobat tinggal menjalankan programnya dan mendengarkan suara yang dihasilkan dari program diatas. Jika sobat ingin mencoba memainkan lagu lain, sobat bisa mencari kunci not nya di internet.

Sobat poinreaders juga bisa mengunduh syntak tersebut pada link di bawah ini :


Semoga materi yang saya sampaikan tentang MATLAB dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. Jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.

Tag Pada HTML Part 12 : Programming Tag

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar sebuah materi mengenai HTML, yaitu tentang Programming Tag. Materi kali ini merupakan lanjutan dari materi sebelumnya yaitu tentang Meta Info Tag. Programming tag terbagi menjadi 6 bagian, yaitu tag script, noscript, applet, embed, object dan param. Untuk penjelasan ke-6 tag tersebut, langsung saja simak ulasan berikut...

Tag Pada HTML Part 12 : Programming Tag


1. <script>

Fungsi :
Tag <script> digunakan untuk mendefinisikan sebuah client side script (JavaScript). Tag <script> berisi pernyataan script atau menunjuk ke file script eksternal melalui atribut src. Kegunaan umum untuk JavaScript adalah manipulasi gambar, validasi form, dan perubahan konten yang dinamis.

Format Penulisan :
<script>...</script>

Atribut :
Atribut value Keterangan Deskripsi
async async optional Menentukan bahwa script dijalankan secara asinkron (hanya untuk script eksternal)
charset charset optional Menentukan pengkodean karakter yang digunakan dalam file skrip eksternal
defer defer optional Menentukan bahwa script akan dijalankan saat halaman selesai di-parsing (hanya untuk skrip eksternal)
src URL optional Menentukan URL file skrip eksternal
type media_type optional Menentukan jenis media skrip
xml:space preserve optional Menentukan apakah ruang kosong dalam sebuah kode harus dipertahankan. Atribut ini tidak didukung di HTML5.

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag script</title>
</head>
<body>

<p id="contoh"></p>

<script>
document.getElementById("contoh").innerHTML = "pointopoin.com";
</script>

</body>
</html>


2. <noscript>

Fungsi :
Tag <noscript> mendefinisikan konten alternatif untuk pengguna yang telah menonaktifkan script di browser mereka atau memiliki browser yang tidak mendukung script.

Format Penulisan :
<noscript>...</noscript>

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag noscript</title>
</head>
<body>

<script>
document.write("pointopoin.com")
</script>
<noscript>Maaf, Browser yang anda gunakan tidak mendukung JavaScript!</noscript>

<p>Sebuah browser yang tidak support JavaScript akan menampilkan text yang berada pada tag noscript.</p>

</body>
</html>


3. <applet>

Fungsi :
Tag <applet> mendefinisikan applet yang disematkan. Tag <applet> tidak didukung di HTML5. Sebagai gantinya gunakan tag <embed> atau <object>.

Format Penulisan :
<applet>...</applet>

Atribut :
Atribut value Keterangan Deskripsi
code URL wajib Menentukan nama file applet Java.
object name wajib Menentukan referensi ke representasi serial applet.
align left
right
top
bottom
middle
baseline
optional Menentukan keselarasan applet sesuai dengan elemen sekitarnya.
alt text optional Menentukan teks alternatif untuk applet.
archive URL optional Menentukan lokasi file arsip.
codebase URL optional Menentukan URL basis relatif untuk applet yang ditentukan dalam atribut code.
height pixels optional Menentukan tinggi applet.
hspace pixels optional Mendefinisikan jarak horizontal di sekitar applet.
name name optional Mendefinisikan nama applet (untuk digunakan dalam skrip).
vspace pixels optional Mendefinisikan jarak vertikal di sekitar applet.
width pixels optional Menentukan lebar applet.

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag applet</title>
</head>
<body>

<applet code="applet/Clock3D.class" align="baseline" width="200" height="200">
<param name="fps" value="15">
<param name="a1" value="12500">
<param name="pixd" value="29">
<param name="pixangle" value="5">
<param name="radius" value="26">
<param name="roty" value="-4">
<param name="rotx" value="0">
<param name="rotz" value="0.401">
<param name="irotx" value="0">
<param name="iroty" value="0">
<param name="irotz" value="00">
<param name="style" value="1">
<param name="color" value="#FF0080">
<param name="bgcolor" value="#000000">
<param name="12hour" value="0">
</applet>
<br>
Jika applet tidak muncul, silahkan install terlebih dahulu Java pada komputer anda.<br>Installer Java dapat kalian unduh <a href="https://www.java.com/en/download/">di sini</a>

</body>
</html>


4. <embed>

Fungsi :
Tag <embed> mendefinisikan wadah untuk aplikasi eksternal atau konten interaktif (plug-in).

Format Penulisan :
<embed>

Atribut :
Atribut value Keterangan Deskripsi
height pixels optional Menentukan tinggi konten yang disematkan.
src URL wajib Menentukan alamat file eksternal untuk disematkan.
type media_type optional Menentukan jenis media konten yang disematkan.
width pixels optional Menentukan lebar konten yang disematkan.

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag embed</title>
</head>
<body>

<embed src="embed/kodok.swf">

</body>
</html>


5. <object>

Fungsi :
Tag <object> mendefinisikan objek yang disematkan dalam dokumen HTML. Gunakan Tag <object> ini untuk menyematkan multimedia (seperti audio, video, applet Java, ActiveX, PDF, dan Flash) di halaman web anda.

Format Penulisan :
<object>...</object>

Atribut :
Atribut value Keterangan Deskripsi
align top
bottom
middle
left
right
optional Menentukan pelurusan tag <object> sesuai dengan elemen sekitarnya. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
archive URL optional Daftar URL yang terpisah dari ruang ke arsip. Arsip berisi sumber daya yang relevan dengan objek. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
border pixels optional Menentukan lebar perbatasan di sekitar <object>. Atribut ini tidak didukudng di HTML5.
classid class_ID optional Mendefinisikan nilai ID kelas sebagaimana diatur dalam Windows Registry atau URL. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
codebase URL optional Mendefinisikan tempat untuk menemukan kode untuk objek. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
codetype media_type optional Jenis media dari kode yang disebut oleh atribut classid. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
data URL wajib Menentukan URL sumber daya untuk digunakan oleh objek.
declare declare optional Mendefinisikan bahwa objek hanya boleh dideklarasikan, tidak dibuat atau dipakai sampai dibutuhkan. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
form form_id optional Menentukan satu atau lebih bentuk objek miliknya.
height pixels optional Menentukan ketinggian objek.
hspace pixels optional Menentukan ruang di sisi kiri dan kanan suatu objek. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
name name optional Menentukan nama untuk objek.
standby text optional Mendefinisikan sebuah teks untuk ditampilkan saat objek sedang loading. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
type media_type optional Menentukan jenis data media yang ditentukan dalam atribut data.
usemap #mapname optional Menentukan nama peta gambar client-side yang akan digunakan dengan objek.
vspace pixels optional Menentukan ruang di bagian atas dan bawah suatu objek. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
width pixels optional Menentukan lebar objek.

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag object</title>
</head>
<body>

<object width="600" height="300" data="object/kodok.swf">
</object>

</body>
</html>


6. <param>

Fungsi :
Tag <param> digunakan untuk menentukan parameter plugin yang disisipkan dengan tag <object>.

Format Penulisan :
<param>

Atribut :
Atribut value Keterangan Deskripsi
name name optional Menentukan nama sebuah parameter.
type media_type optional Menentukan jenis parameter media. Atribut ini tidak didukung di HTML5.
value value optional Menentukan nilai parameter.
valuetype data
ref
object
optional Menentukan jenis nilai. Atribut ini tidak didukung di HTML5.

Contoh Penulisan :
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Tag param</title>
</head>
<body>

<object data="audio/AutumnSunset.mp3">
<param name="autoplay" value="true">
</object>

</body>
</html>


Semoga materi yang saya sampaikan tentang HTML dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.

Cara Mengidentifikasi Objek 2D Pada Gambar Menggunakan MATLAB

Assalamu'alaikum poinreaders,
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengolahan Citra pada MATLAB. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang cara mudah untuk mengidentifikasi objek 2D pada dambar dengan menggunakan MATLAB. Untuk penjelasan lengkapnya simak ulasan berikut...

Cara Mengidentifikasi Objek 2D Pada Gambar Menggunakan MATLAB

RangeFilt merupakan salah satu fungsi yang terdapat pada pengolahan citra MATLAB yang berfungsi untuk mengidentifikasi objek 2D pada gambar. Penulisan syntak umumnya adalah :
J = rangefilt(I);
Dimana I merupakan gambar yang kita pilih. Berikut ini adalah contoh penggunaan fungsi RangeFilt pada pengolahan citra MATLAB :

Langkah Pertama yaitu memasukan file gambar atau image yang akan kita olah dengan menggunakan syntak :
image = imread (' C:\Users\USER\Documents\image.jpg ');
Syntak berwarna merah diatas merupakan File Location dari gambar yang akan kita olah. Sobat bisa menggantinya dengan File Location dari gambar yang akan sobat olah.

Langkah Kedua yaitu memasukan syntak untuk melakukan identifikasi objek 2D dengan menggunakan syntak :
J = rangefilt(image);
Langkah Terakhir yaitu menampilkan citra sebelum dan sesudah proses Sobel Filter dengan menggunakan syntak :
subplot(1,2,1);
imshow(image);
title('Gambar Asli');
subplot(1,2,2);
imshow(J);
title('Hasil Identifikasi Objek'); 
Berikut ini output yang dihasilkan dari program diatas :

Output Proses Identifikasi Objek
Gambar 1. Output Proses Identifikasi Objek

Sobat poinreaders juga bisa mengunduh syntak tersebut pada link di bawah ini :


Semoga materi yang saya sampaikan tentang MATLAB dapat dipahami poinreaders. Silakan tulis pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada kolom komentar. Jangan lupa follow akun sosial kami agar poinreaders bisa mendapatkan materi terbaru tentang pemrograman.